15 January 2012

Sekilas tentang injil dan perbuatan.

Ada seorang misionaris yang melayani di afrika, dia memiliki seorang pembantu warga lokal afrika yang membantu kegiatan misionaris ini. Sang misionaris berulang-ulang kali mencoba menginjili pembantunya tapi berulang-ulang kali pula sang pembantu menolak dan mengacuhkannya. Dan sang misionaris pun menyerahkan semuanya kepada Yesus untuk membuka hati pembantunya.

Pada suatu ketika sang misionaris akan melakukan pelayanan ditempat yang cukup jauh sehingga diajaklah sang pembantu. Dengan mobil tuanya sang misionaris dan pembantunya melakukan perjalanan. Tiba-tiba ditengah jalan mobil tua sang misionaris mogok dijalan, jalan yang dilalui sang misionaris ini pun jalan yang jarang dilewati tapi pada suatu ketika ada mobil penumpang yang sedang melewati jalan itu, sontak sang misionaris pun melambaikan tangannya untuk meminta bantuan. Sambil berteriak sang misionaris berharap bantuan kepada orang-orang di mobil yang sedang lewat itu tetapi sang supir mobil berpenumpang itu menghiraukan lambain tangan dan teriakan sang misionaris dan berlalu melewati mereka begitu saja.

Sang misionaris pun tidak tahu lagi harus meminta bantuan kepada siapa dan dengan bekal pengetahuan tentang mobil seadanya dia mencoba memperbaiki mobilnya. Entah bagaimana prosesnya akhirnya mobil tua itu bisa dinyalakan kembali dan sang misionaris beserta pembantunya melanjutkan perjalanan mereka.

Beberapa lama mengendarai mobilnya, mereka bertemu lagi dengan mobil berpenumpang yang tadi menghiraukan permintaan tolong mereka dan kali ini mobil mereka terperosok ke dalam kubangan lumpur. Sontak sang pembantu berkata "hahaha rasakan itu, biarkan saja mereka pak pendeta tadi kita minta tolong dihiraukan mereka sekarang rasakan pembalasannya tak ada yang akan membantu mereka" sang misionaris pun balas berkata "Jangan begitu kita harus tetap membantu mereka" Seketika itu juga sang misionaris mengarahkan mobilnya ke arah mereka untuk membantu dengan keheranan sang pembantu pun ikut membantu.

Sekitar setengah jam lamanya mereka mencoba bersama-sama mengeluarkan mobil penumpang itu keluar dari kubangan dan akhirnya mereka bisa melanjutkan perjalanan kembali. Usai mengucapkan terimakasih sang supir mobil berpenumpang itu melanjutkan perjalanannya begitu juga sang misionaris dan pembantunya itu dan di tengah-tengah perjalanan itu sang pembantu pun berkata "Pak pendeta, terimakasih sekarang saya baru tahu arti injil yang engkau beritakan itu kepada saya" dengan terkejut sang misionaris pun mengucap syukur kepada Tuhan dan tersenyum kepada sang pembantu.


Janganlah kamu kalah terhadap kejahatan, tetapi kalahkanlah kejahatan dengan kebaikan!
Roma 12:21

05 June 2011

Favorite? think again.

Pada umumnya kebanyakan dari kita memang membagi segala sesuatunya menjadi suka dan tidak suka. Makanan tentu ada yang menurut kita tidak suka dan juga ada yang kita sukai sama halnya dengan selera nonton film, pemilihan baju dan berbagai hal lainnya. Sebenarnya segala sesuatu itu subyektif karena apa yang kita lihat, rasakan dan pikirkan semua dalam sudut pandang diri sendiri yang memang pada akhirnya menguntungkan kita atau at least menyenangkan untuk kita.

Sayangnya hal ini pun terbawa ke dalam kehidupan rohani kita. Tanpa sadar ataupun sadar kita lebih memilih hal-hal yang lebih ingin memuaskan panca indera kita daripada logika, iman maupun hati.

Sebut saja kita lebih pemilih mengenai pendeta yang akan berkhotbah. Ada orang-orang yang lebih ingin mendengar pendeta yang humoris karena menurut kita lucu, kita lebih menuruti keinginan telinga dan mata kita daripada pendeta yang lebih menyampaikan secara serius yang akan mengajak kita berpikir. Hey, you aren't saved by funny guy and Christianity is not a funny thing.
Atau ada orang-orang yang lebih ingin ke denom tertentu karena di denom itu lebih mengedepankan berkat, kesembuhan atau hal-hal seperti ikut Yesus itu pasti sukses dan hal menyenangkan lainnya untuk lebih memuaskan keinginan telinga dan mata mereka tanpa perlu mengetahui tentang pembelaan iman (apologetika), dosa dan dampaknya, Kristologi, eskatologi, back to bible, etc.

Hey, i don't judge anyone here that's not my part. But please distinguish the truth with false though. :)

For the time will come when people will not put up with sound doctrine. Instead, to suit their own desires, they will gather around them a great number of teachers to say what their itching ears want to hear.
2 Timothy 4 : 3.

Soli Deo Gloria.
M

4D.

1 You then, my son, be strong in the grace that is in Christ Jesus.
2 And the things you have heard me say in the presence of many witnesses entrust to reliable people who will also be qualified to teach others.
3 Join with me in suffering, like a good soldier of Christ Jesus.
4 No one serving as a soldier gets entangled in civilian affairs, but rather tries to please his commanding officer.
5 Similarly, anyone who competes as an athlete does not receive the victor’s crown except by competing according to the rules.
6 The hardworking farmer should be the first to receive a share of the crops.
7 Reflect on what I am saying, for the Lord will give you insight into all this.
8 Remember Jesus Christ, raised from the dead, descended from David. This is my gospel,
9 for which I am suffering even to the point of being chained like a criminal. But God’s word is not chained.
10 Therefore I endure everything for the sake of the elect, that they too may obtain the salvation that is in Christ Jesus, with eternal glory.
11 Here is a trustworthy saying:
If we died with him,
we will also live with him;
12 if we endure,
we will also reign with him.
If we disown him,
he will also disown us;
13 if we are faithless,
he remains faithful,
for he cannot disown himself.
2 Timothy 2 : 1-13 ~ NIV


Serving God is the only way how we respond the salvation that He gave. We believe that everything we do to serve Him, He will sustain us and He will help us. But He is not helping us by removing the obstacles but He has taught us to face it.

Let's take a look the letter that was written to Timothy by Paul. Paul strengthens us on how we serve Him. All of us know that serving God is not an easy way, not because we capable of serving Him but it is all about His grace and it is always delighted thing to do. Right? :)

On verse 4, Paul wrote a soldier must focus on the duty that he assigned to please hiscommander. So it takes DEDICATION.

On verse 5, Paul wrote an athlete can not win the competition if he doesn't follow the rules. So it takes DISCIPLINE.

On verse 6, Paul wrote a farmer should be the first to enjoy the harvest. To reach the harvest, a farmer should take care the crops, he needs to water and fertilize it periodically. So it takes DETERMINATION.

So when you serve Him you need DEDICATION to serve Him not to what you're doing.
You need DISCIPLINE, including spiritual discipline and you need to discipline yourself on how you divide time, time to study, time to share, time to work.
You need DETEMINATION. This huge coz you need this. Somehow when it is getting rough, thinking about give up and

escaping the situation will cross our mind. Don't be. If it appears, think again about our commitment and motivation when we accepted our part on the beginning.

You need 3 of this when you are serving Him.

But I must tell you that 3 of that are not enough.

Paul began this letter with some encouranging words like on verse 1 "be strong in the grace that is in Christ Jesus"

and ended it with same idea that was written from verse 8 to 13.
Paul started and ended the letter and also his ministry with DEPENDENCY to God.

We can serve Him with full Dedication, Discipline and Determination but without Depend on God, we are nothing.

Dedication, Discipline, Determination and Dependency. We just need all of this 4 things. :)

Keep serving Him.
God bless.

Soli Deo Gloria.
M

05 January 2011

2011.
























So Hello 2011. :)

17 November 2010

The Next Generation.

Teman-teman tahu dong yah sedikit tentang komputer apalagi kalau soal install-install software atau game. Perhatikan ga kalo kita menginstall sebuah software pada umumnya kita tinggal tekan tombol next trus next hingga finish dan uda deh bisa dipake. Sempat ga teman-teman baca setiap perinta pagenya, baca license agreementnya, dll. Pasti banyak yang berpikir "ah ngapain"..haha..sama sih seperti aku..

Tapi ketika aku merefleksikan tentang kehidupan, kita kok hampir mirip yah. Kita selalu saja ingin "next" dari kehidupan kita jika kita ada masalah atau merasa kita sedang ada dalam bagian hidup yang membosankan. Terkadang proses tidak lagi menjadi penting jika bisa mencapai "finish". Seperti kalau lagi berkendera pengennya ga ada macet dan ga ada lampu merah.

Ya lagipula selama kita masih diberi anugrah Tuhan untuk hidup di dunia pasti selalu akan ada "next" lalu buat apa cepat-cepat "finish", nikmati saja setiap prosesnya..even if you can't understand Him or you can't trace His way, just trust His heart. :)

Soli Deo Gloria.

Daniel.

Ada sebuah kisah tentang seorang anak dan papanya yang begitu sangat dekat. Ia berumur 12 tahun. Seperti anak yang baru beranjak remaja, ia pun tidak lepas dari perbuatan nakal, tidak disiplin dan suka mengambil uang mamanya, tapi papanya sangat mengasihinya. Anak ini pun sangat mengasihi dan bangga pada papanya terutama karena papanya seorang hamba Tuhan, ya papa anak ini adalah seorang pendeta di sebuah gereja di jakarta.

Ayah dan anak ini sangat dekat sehingga jika anak ini ada waktu, ia selalu menemani ayahnya dalam pelayanannya dan anak ini pun aktif pelayanan di gerejanya. Anak ini selalu setia berada di deretan paling depan, memuji Tuhan dengan semangat dan mendengar khotbah sang ayah. Sang ayah pun tidak lupa di akhir acara ia pasti selalu menanyakan bagaimana khotbahnya kepada sang anak dan sang anak pun berkata "bagus pa." jika ditanyakan kepadanya.

Suatu hari anak ini mengalami sakit panas dan ketika itu papanya harus pergi karena ada pelayanan di daerah kalimantan. Papanya yang resah pun menanyakan kepada anak ini "papa akan pelayanan ke kalimantan, apakah kamu baik-baik saja papa tinggal?" anak itu pun menjawab "aku baik-baik saja, papa pegi saja". Papanya pun yakin untuk pergi ke kelimantan.

Keesokan harinya sang papa sudah berada di kalimantan dan dia mendapat kabar dari istrinya kalau kondisi anaknya semakin parah malah sampai masuk ICU. Hal ini sangat membuat papanya gundah dan resah, ia pun terus berdoa kepada Tuhan untuk keselamatan anaknya. Lalu sang ayah pun mencoba menenangkan diri dengan cara membaca Alkitab dan ketika pertama kali ia membuka Alkitabnya ia langsung menemukan ayat Mazmur 116:15 berbunyi :

Berharga di mata TUHAN kematian semua orang yang dikasihi-Nya.

Seketika itu juga ia gundah, dalam hatinya ia menolak ayat itu, ia berdoa kepada Tuhan jangan sampai itu terjadi. Ia pun terus mencari-cari ayat Alkitab yang berlawanan dari itu dan ia pun menemukan ayat itu di mazmur (kalau tidak salah mazmur 106 atau 109, aku lupa intinya tentang penghiburan). Sang ayah pun memegan teguh ayat itu dan percaya Tuhan akan menyelamatkan anaknya.

Ketika ia pulang ke Jakarta, di dalam perjalanan ia mendapat telephone dari istrinya. Istrinya berkata "pa, anakmu sudah pergi" seketika itu juga hancur hatinya. Anaknya yang begitu sangat dikasihinya pergi ke rumah bapa di usia yang begitu muda. Air mata pun tak terbendung lagi keluar dari matanya. Tapi ia tidak pernah sama sekali menyalahkan Tuhan.

Di dalam perjalanannya pulang itu, sambil sedikit-sedikit ia menangis ia merefleksikan kejadian ia membaca Alkitab kemarin. Ia pun tersadar, ya mazmur 116 itu adalah kehendak Tuhan dan mazmur (106/109) itu adalah kehendakku. Aku tidak bisa memaksakan kehendakku dari kehendak Tuhan, begitu pikirnya. Ia pun berkata dalam hati "Ya Tuhan Yesus jika ini memang kehendakMu janganlah kesedihan ini mempengaruhi keseluruhan hidupku dan kuatkan aku ketika aku melihat anakku nanti". Ia pun bergegas ke rumah sakit seketika ia mendarat di bandara.

Dan nama anak itu adalah Daniel William Bawengket, anak dari pendeta A.Bawengket. Dan tulisan ini berdasarkan kesaksian sang pendeta.

Terkadang memang tidak bisa kita mengerti kehendak Tuhan karena kita tidak bisa, yang kita bisa lakukan adalah mempunyai iman seperti Ayub bahwa Tuhan tidak pernah merancangkan yang buruk kepada kita.

Hidup memang tidak bisa diprediksi, kemarin pun ada tetanggaku yang meninggal padahal baru beberapa hari yang lalu kulihat ia segar bugar mengenderai motornya.
Hidup bukan panjang pendeknya tapi kualitas yang dihasilkan ketika kita hidup. Tuhan itu baik, Ia merencanakan hidup kita tepat dan sempurna. So, selama kita masih muda pergunakanlah waktu ini sebaik mungkin bagi kemuliaanNya.

Well, selamat jalan adikku, engkau berada di tempat yang jauh lebih baik bersamaNya. Dan semoga Tuhan menguatkan pak pendeta beserta keluarganya.

Soli Deo Gloria.

07 November 2010

Google Chrome Theme.

Hola Teman2,
apakah baik2 saja? bagaimana pun keadaan kita, mari kita tetap peduli terhadap saudara-saudara kita di merapi maupun di mentawai..mungkin kita tidak bisa membantu mereka secara langsung tapi lewat doa kita bisa meminta Tuhan kita untuk menguatkan mereka..ameenn..hehe..

kali ini mau bagiin theme chrome buat temen-temen yang browse internet pake google chrome..enjoy, semoga bisa bermanfaat..hehe..

#chrome1

















Silakan download disini


#chrome2

















Silakan download disini


#Chrome3
















Silakan dowload disini


Soli Deo Gloria. :)